DPRD Gelar Paripurna HUT ke-27 Kabupaten Siak, Bupati Afni Paparkan Capaian Pembangunan

DPRD Gelar Paripurna HUT ke-27 Kabupaten Siak, Bupati Afni Paparkan Capaian Pembangunan

SCN |  SIAK – DPRD Kabupaten Siak menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak di Ruang Rapat Putri Kaca Mayang, Senin (12/10/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, S.E., dan dihadiri Bupati Siak Dr. Afni Z., S.A.P., M.Si., Wakil Bupati Samsurijal, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.

Dalam pidatonya, Indra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Siak. Ia menegaskan, kemajuan daerah membutuhkan sinergi, gotong royong, dan komitmen seluruh elemen masyarakat.

Indra juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum memperkuat persatuan, melestarikan budaya Melayu, serta melanjutkan perjuangan para pendiri Kabupaten Siak.

Peringatan HUT ke-27 tahun ini  menekankan pentingnya menjaga keharmonisan, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan budaya dan lingkungan untuk generasi mendatang.

Bupati Siak Dr. Afni Z. dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Ia menyebutkan, pada 2025 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak mencapai 5,87 persen, angka kemiskinan turun menjadi 4,40 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,9, tertinggi di antara kabupaten se-Provinsi Riau.

Menurut Afni, jumlah penduduk Kabupaten Siak pada semester pertama 2026 mencapai 513.106 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan. Pertumbuhan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memperluas pelayanan publik dan memastikan pembangunan berjalan merata.

Di bidang pendidikan, lebih dari 13.000 siswa SD dan SMP menerima seragam sekolah gratis, sementara 6.323 pelajar dan mahasiswa memperoleh beasiswa. Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) disebut mencapai 98,87 persen.

Pemerintah Kabupaten Siak juga mendorong kepastian hak atas tanah masyarakat melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) seluas 975,59 hektare atau 1.050 persil. Selain itu, sebanyak 30 kasus pertanahan telah difasilitasi dan ditindaklanjuti hingga penyelesaian.

Afni turut menyoroti kesepakatan kemitraan dengan masyarakat di empat kampung di Kecamatan Tualang dan Koto Gasib, dengan nilai usaha produktif yang disebut mencapai Rp57 miliar. Langkah tersebut diharapkan memperkuat keadilan agraria sekaligus hubungan antara masyarakat dan perusahaan.

Di sektor pertanian, Kabupaten Siak menerima bantuan 161 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBN 2026 dengan nilai lebih dari Rp15 miliar. Program peremajaan sawit rakyat juga telah menjangkau 646 pekebun dengan luas 1.490,63 hektare dan dukungan dana Rp89,41 miliar.

Selain itu, pemerintah daerah memperluas kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sejumlah program yang disebutkan antara lain revitalisasi sekolah di Teluk Lanus senilai Rp1,5 miliar, pembangunan rumah guru di Tanjung Pal, serta perbaikan hampir 30 kilometer ruas jalan kabupaten melalui dukungan sekitar 11 perusahaan.

Meski mencatat sejumlah kemajuan, Afni mengakui masih terdapat tantangan, terutama pengangguran terbuka yang mencapai 5,30 persen pada 2025. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperkuat dunia usaha dan UMKM agar pertumbuhan ekonomi mampu membuka lebih banyak lapangan kerja.

Ia juga menegaskan komitmen memperjuangkan hak keuangan daerah melalui peninjauan dan rekonsiliasi dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH migas) bersama pemerintah pusat. Menurutnya, masih terdapat sekitar Rp460 miliar DBH migas yang belum tersalurkan sejak 2023.

“Siak tidak sedang meminta lebih, melainkan memperjuangkan hak yang berasal dari hutan, tanah, dan sungainya,” demikian penegasan Bupati dalam sambutannya.

Melalui momentum HUT ke-27 ini, pemerintah daerah berharap sinergi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat untuk mewujudkan Kabupaten Siak yang maju, sejahtera, bermartabat, serta tetap menjaga marwah dan warisan budaya Melayu.(infotorial)

Komentar Via Facebook :