Polda Riau Bersama Pemprov Luncurkan Program Ekspedisi Merah Putih Presisi

Polda Riau Bersama Pemprov Luncurkan Program Ekspedisi Merah Putih Presisi

SCN | Pekanbaru- Kapolda Riau bersama Pemprov Riau meluncurkan program Ekspedisi Merah Putih Presisi sebagai upaya menghadirkan negara hingga ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Provinsi Riau. Peluncuran tersebut dilaksanakan di Mapolda Riau,  jalan Pattimura Pekanbaru.Sabtu(01/08/26)

Hadir pada giat tersebut Kapolda Riau, Irjen. Pol. Herry Heryawan beserta Jajarannya, Plt.Gubernur Riau yang diwakili Asisten III, Bidang Administrasi Umum. M.Job Kurniawan, AP, MSi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, S.STP, M.Si dan Kasatpol PP Provinsi Riau, drg. Sri Sadono Mulyanto, M.Han.

Kapolda Riau, Irjen.Pol. Herry Heryawan, saat meluncurkan Program tersebut mengatakan  Program Ekspedisi Merah Putih Presisi tahun 2026 merupakan wujud kehadiran negara sampai ke wilayah terluar.

"Kita hadir untuk mendengar aspirasi masyarakat, memperkuat persatuan, menjaga lingkungan, dan mendorong kemandirian masyarakat,” kata Irjen Herry.
Program ini akan menjangkau 17 desa di wilayah 3T melalui delapan tim ekspedisi yang didukung 45 kendaraan operasional serta 81 relawan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa tujuan utama ekspedisi bukan sekadar memberi label pada suatu daerah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberi manfaat.

Berbagai kegiatan akan dilakukan selama ekspedisi, di antaranya penanaman pohon dan mangrove, pembagian bendera Merah Putih, penyerahan mesin ketinting kepada nelayan, bantuan kendaraan operasional untuk Polsek di wilayah luar, pelayanan kesehatan gratis, bantuan sosial, serta dialog langsung dengan masyarakat.

Irjen Herry juga mengingatkan seluruh personel agar membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia meminta personel melakukan deteksi dini terhadap potensi persoalan di lapangan dan menyelesaikannya bersama masyarakat sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Irjen Herry menegaskan, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui hubungan baik antar manusia, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam. Riau, kata dia, dianugerahi hutan, sungai, laut, dan mangrove yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.

"Kalau mangrove mengalami abrasi, maka wilayah NKRI ikut terancam. Kalau pohon berkurang, kita harus menanam kembali. Menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi hari ini dan masa depan,” ujarnya.

 Ia menyebut semangat tersebut sebagai bagian dari konsep Green Policing, yakni menghadirkan keamanan yang selaras dengan pelestarian.

 Polda Riau juga menyiapkan pelayanan kesehatan gratis, bantuan sosial, serta kendaraan operasional bagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah terpencil.

“Tema kita Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan. Program ini dilaksanakan bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, dan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri dan Presiden Prabowo Subianto agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat hingga titik terluar Indonesia.

Ekspedisi Merah Putih Presisi diharapkan mampu memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.

"Mudah-mudahan mangrove yang kita tanam dari Kabupaten Rokan Hilir sampai Kabupaten Indragiri Hilir bisa kita lihat kembali pada Ekspedisi Merah Putih Presisi tahun 2030,” tutupnya.(rl)

Komentar Via Facebook :