Plt Kadisdik Pekanbaru: Masyarakat Bisa Lapor Anak Putus Sekolah ke Sekolah Terdekat
SCN | PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus menggencarkan program zero anak putus sekolah dengan membuka layanan pengaduan dan pendataan secara berkelanjutan.
Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy menyebutkan masyarakat yang memiliki anak putus sekolah, dapat langsung melapor ke Disdik atau ke sekolah terdekat untuk mendapatkan penanganan.
"Program nol anak putus sekolah terus berjalan. Kami membuka posko layanan agar masyarakat dapat melapor, baik ke dinas maupun ke sekolah terdekat. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota," kata Syafrian Tommy, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, upaya pendataan dan penanganan anak putus sekolah dilakukan setiap waktu, tanpa menunggu periode tertentu. Pemko tidak hanya mengarahkan anak kembali ke pendidikan formal.
"Tetapi, kami juga menyediakan alternatif melalui jalur nonformal. Bagi anak yang telah melewati batas usia sekolah formal, tersedia fasilitas pendidikan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," terang Tommy.
Selain itu, Disdik juga mendorong peningkatan keterampilan melalui lembaga kursus dan pelatihan. Langkah ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, sebanyak 1.778 anak putus sekolah teridentifikasi dalam pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari jumlah tersebut, sebagian telah diarahkan kembali ke sekolah formal. Sementara, anak lainnya lainnya mengikuti pendidikan nonformal.
"Ada juga kasus seperti ijazah yang tertahan. Kami bantu untuk diselesaikan. Berbagai permasalahan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan," jelas Tommy.
Untuk tahun ini, pendataan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan adanya penambahan signifikan. Pemko Pekanbaru berkomitmennya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Pendataan masih berjalan. Yang jelas, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah," pungkasnya.(rl)

Komentar Via Facebook :