Didukung Ratusan Dokter Spesialis, RSUD Arifin Achmad Targetkan Kepuasan Pasien Meningkat
SCN | PEKANBARU – RSUD Arifin Achmad terus mematangkan strategi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan kelas wahid bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning pada 2026. Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di Gedung Serba Guna rumah sakit, manajemen menegaskan bahwa kenyamanan pasien adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Direktur RSUD Arifin Achmad, Yusi Pratiningsih, MM mengatakan, pembenahan ini sejalan dengan instruksi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Pemerintah daerah menginginkan sektor kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang prima dan berkualitas.
"Pelayanan terhadap masyarakat menjadi salah satu fokus utama kami. Targetnya adalah meningkatkan kepuasan masyarakat Riau saat berobat ke RSUD Arifin Achmad," ujar Yusi Pratiningsih, MM, Senin (9/2/2026).
Guna mendukung target tersebut, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau ini diperkuat oleh barisan tenaga medis yang sangat kompeten. Saat ini, RSUD Arifin Achmad memiliki 104 dokter subspesialis, 85 dokter spesialis, serta ratusan tenaga dokter umum dan 614 perawat profesional.
Fasilitas pendukung pun terus ditingkatkan. Sejak naik kelas menjadi tipe A pada 2024, rumah sakit ini telah mengoperasikan 533 ruang perawatan. Peralatan medis yang tersedia bahkan diklaim sebagai salah satu yang terlengkap di Pulau Sumatra, memposisikan RSUD Arifin Achmad sebagai pusat pengobatan rujukan yang mumpuni.
Meski memiliki fasilitas lengkap, tingginya arus pasien dari 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau tetap menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini sering kali memicu antrean panjang dan keterbatasan kamar rawat inap yang menjadi keluhan klasik masyarakat.
"Walaupun keterbatasan kamar masih menjadi tantangan, kami tetap berupaya memaksimalkan pelayanan. Penumpukan pasien yang masuk antrean akan tetap kami layani semaksimal mungkin," tegasnya.
Manajemen berharap masyarakat memahami posisi RSUD Arifin Achmad sebagai muara rujukan terakhir di Riau. Kendati demikian, berbagai inovasi sistem pelayanan terus dilakukan agar waktu tunggu pasien dapat dipangkas dan kualitas perawatan tetap terjaga sesuai standar rumah sakit tipe A.
sumber,goriau.com

Komentar Via Facebook :