Hingga Oktober, Penerimaan Negara Dari Kanwil DJBC Riau Lampaui Target Secara Signifikan, Akan Perketat Pegawasan Rokok Ilegal

Kabid DJBC Riau Bobby Situmorang

SCN | PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau kembali melaksanakan exspost melalui kegiatan media gathering yang diadakan menjelang akhir tahun di aula kanwil DJBC jalan jendral Sudirman Pekanbaru, Selasa siang(28/10/25).

Mewakili kepala DJBC Riau, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Riau Bobby Situmorang dalam media gathering menyampaikan bahwa Kanwil DJBC Riau yang membawahi 5 kantor vertikal KPPBC yang ada di Riau mempunyai target penerimaan yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2025 ini di angka Rp.2.32 T yang meliputi Target bea masuk Rp.199.4 M, Target bea keluar Rp.2.124T dan target cukai sebesar Rp.252 juta, Namun hingga September tahun ini Kanwil DJBC Riau telah mengantongi penerimaan sebesar Rp.8.15 T dan ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa hingga mencapai persentase 350.73%.

"Dan yang lebih membanggakan lagi Angka penerimaan tersebut belumlah final karena sampai dengan Desember 2025 target itu terus diperoleh dari berbagai sektor tadi oleh Kanwil DJBC Riau, Pencapaian yang signifikan ada pada sektor Bea Keluar yang mencapai rp.7.99 T dari target yang ditetapkan sebesar Rp.2.32 T". Ulas Bobby.

Menurut Bobby, Komoditas penyumbang bea masuk tertinggi ada pada sektor yang bergerak dinamis diantaranya, Garam dan garam eroksi, Logam, Alkohol dan turunannya, Mesin dan Furniture.

Dari segi pengawasan, Kanwil DJBC Riau akan berfokus pada Comunity protector yakni melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya yang bersumber dari impor maupun barang domestik khusus nya pada daerah komunitas perusahaan kawasan BRIKAT.

"Untuk rokok ilegal, Kita akan intent melakukan pengawasan pada masyarakat dan karyawan pada kawasan perusahaan BRIKAT, Karena harga jual rokok ilegal tersebut relatif murah serta buruhnya banyak, Kita tidak menuduh kawasan tersebut menjadi sumber peredaran rokok ilegal tapi kita akan melakukan pengawasan secara menyeluruh mengikuti arahan dari Menkeu Purbaya ".Ucap Bobby.

Pada media gathering kali ini, Bobby Situmorang mengatakan dalam waktu dekat ini akan mengadakan edukasi secara menyeluruh terkait peredaran rokok ilegal tersebut.

"Sasaran utama kami adalah pelajar, mahasiswa serta masyarakat biasa dan sektor swasta yakni perkebunan karena sektor perkebunan disinyalir menjadi ladang empuk peredaran rokok ilegal karena harga jual rokok tanpa cukai tersebut cenderung murah, Tujuan utama kita adalah menekan kerugian negara dan menjaga pemasukan negara dari sektor cukai". Ujar Bobby.

Bobby kemudian menambahkan, Kerja sama semua sektor sangat dibutuhkan dalam kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh BC Riau, Terutama peran media dalam penyebarluasan informasi yang akurat dan tepat.Tambah Bobby.

Kanwil DJBC Riau juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat terkait peredaran rokok ilegal, Diantaranya;

Dukung ekonomi Nasional ;
Setiap batang rokok legal Berkontribusi pada pembagunan negara melalui pajak untuk menjaga penerimaan negara dan keberlangsungan program kesejahteraan.

Lindungi kesehatan ; 
Rokok ilegal tidak melalui pemgawasan ketat sehingga sangat beresiko bagi kesehatan.

Hindari sanksi hukum; 
Terlibat dalam peredaran rokok ilegal baik sebagai penjual maupun pembeli dapat dikenai sanksi pidana penjara sebagaimana diatur dalam undang-undang.(red)

Tags :Pemerintahan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait