Dispusip Pekanbaru Kenalkan Dunia Literasi Bagi Siswa Melalui Program LiteraTour

SCN | PEKANBARU- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru melalui Program LiteraTour, berkomitmen memperkenalkan dunia literasi sejak dini kepada siswa siswi di tingkat SD dan SMP.

Salah satu kegiatan yang digelar di antaranya Pustakawan Mengajar, dimana siswa SMP IY Az Zuhra Tuah Madani diperkenalkan mengenai Masjid Raya Pekanbaru, Kamis (25/9/2025).

Pustakawan Madya, Syahyarwan Zam mengajak siswa SMP IT Az Zuhra Tuah Madani mengenal lebih dekat dengan masjid tertua di Provinsi Riau yang dibangun pada tahun 1762 oleh Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Para siswa juga diajak menilik berbagai fasilitas seperti Ruang Sirkulasi, Ruang Kreativitas Anak (RKA), ruang baca umum, layanan multimedia, mini studio, ruang referensi, hingga ruang komunal yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru Muhammad Amin menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membiasakan generasi muda dengan dunia literasi.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak mulai terbiasa dengan lingkungan perpustakaan dan merasakan betapa menyenangkannya dunia literasi. Kami juga ingin menumbuhkan minat baca mereka, karena dengan membaca, akan lebih banyak ilmu baru yang dapat membantu mereka dalam belajar dan berkembang," ujarnya.

Perpustakaan memiliki peran lebih dari sekadar tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sarana untuk menggali pengetahuan lebih luas. Salah satunya melalui penjelasan wisata religi dengan media pembelajaran berupa gambar dan cerita interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami makna wisata religi, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang ajaran agama Islam.

"Perpustakaan adalah wadah bagi siapa saja yang ingin belajar. Dari kegiatan ini, kita tahu sejarah Masjid Raya Pekanbaru karena mendengarkan informasi dari pustakawan," jelasnya.

Amin menambahkan tidak hanya mengelola koleksi, pustakawan juga membimbing pemustaka dalam mencari, memahami, dan menggunakan informasi secara efektif.

"Kehadiran pustakawan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran literasi religi sejak usia dini," pungkasnya. (Kominfo10/RD5)

Tags :Pemerintahan
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait