Tiga Terpidana Korupsi Diskominfotiksan Pekanbaru Dieksekusi Setelah Putusan Inkrah, Raja Hendra Divonis 14 Bulan Penjara

SCN | PEKANBARU  - Perkara Mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru Raja Hendra Saputra yang divonis 14 bulan penjara inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap. Ia pun langsung dieksekusi di tahanan pada Rabu (20/8/2025).

Hal ini dipastikan Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Niky Junismero. Ia menuturkan, Hendra dan dua terpidana lainnya yaitu Kanastasia Darma Alam Damanik (KDAD), Kepala Bidang Infrastruktur SPBE Diskominfotiksan, serta pihak swasta Muhammad Rahman Aziz (MRA), turut dieksekusi.

''Putusan terhadap ketiganya telah berkekuatan hukum tetap dan hari ini (kemarin, red) telah dieksekusi,'' sebut Niky, kemarin.

Selain humkan penjara, Hendra juga dihukum denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp284 juta subsidair 4 bulan penjara.

Sementara itu, Kanastasia divonis 1 tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Ia diwajibkan membayar uang pengganti Rp10 juta. Adapun Muhammad Rahman dijatuhi 1 tahun 2 bulan penjara serta denda Rp50 juta subsidair 1 bulan kurungan. Rahman diketahu telah melunasi uang pengganti.

Perkara korupsi yang menjerat ketiga terpidana ini terkait kegiatan Pengelolaan Konten dan Perencanaan Media Komunikasi Publik di Diskominfotiksan Pekanbaru Tahun Anggaran 2023. Nilainya mencapai Rp1,2 miliar.

Penyimpangan dalam kasus ini bermula dari pengadaan kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi. Seharusnya pembuatan video dilakukan dengan peralatan canggih, namun faktanya hanya menggunakan perangkat seadanya, seperti telepon genggam.

Niky menjelaskan, ketiga terpidana sudah bersekongkol sejak awal. Bahkan Muhammad Rahman selaku pihak penyedia jasa turut menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) sejak awal proyek berlangsung.

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau, kerugian negara mencapai Rp972,270 juta dari total anggaran Rp1,2 miliar.        sumber,Riaupos.co

Tags :Peristiwa
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait